Blog

Kenangan makanan dan kemungkinan baru di Indonesia dan Taiwan

Letak geografis Taiwan menciptakan kepribadian masyarakat yang mudah menerima budaya baru. Stereotip yang terkumpul dari berbagai generasi juga mulai berubah dengan munculnya konsep Desa Global. Makanan ibarat batu loncatan untuk memahami sebuah suku, kota dan bahkan negara. Bersama dengan meningkatnya pertukaran antara Indonesia dan Taiwan, topik kuliner yang selalu menarik perhatian berpeluang untuk membuka lebih banyak dialog antara satu sama lain. 

Di Taiwan, tidak sulit bagi Anda untuk menemukan kuliner dari berbagai negara, tapi bagaimana cara untuk mencicipi cita rasa yang otentik, atau seperti apa rasa yang paling asli bagi para perantau? Dalam struktur etnis Taiwan, ada lebih dari 800.000 orang asing yang tinggal di Taiwan, diantaranya lebih dari 200.000 orang berasal dari Indonesia. Mereka berhasil menemukan kebiasaan hidup yang baru di pulau Formosa, yang juga membawakan sensasi kuliner yang berbeda ke Taiwan. 

Dalam serangkaian dialog Craft Taiwan, kami mengundang pemenang Penghargaan Golden Bell, Mo Ai-fang dan Anny Ting yang telah lama tinggal di Taiwan untuk berbagi kesan mereka tentang makanan dan minuman Taiwan. Di saat yang sama, kami juga mengundang pendiri Halalan & Toyyiban Mart Yeh Guo-xian yang akan berbagi pandangan dan kenangan tentang masakan Taiwan dan Indonesia.

Anny dan Aifang telah menetap lebih dari sepuluh tahun di Taiwan, adaptasi mereka di Taiwan tidak jauh berbeda dengan saat mereka masih berada di nusantara. Indonesia dan Taiwan telah menjadi “rumah” di dalam hati mereka. Pada awalnya, nasi adalah makanan pokok bagi Anny saat di Indonesia, tetapi setelah menikah ke Taiwan, keluarga suami yang sering makan mi juga menyatukan kebiasaan makan mi ini ke dalam gen kebiasaan makan nasinya. Tapi saat ditanya tentang hidangan yang paling dirindukan di Taiwan, Anny selalu menjawab dengan nasi goreng Indonesia.

Indonesia sebagai salah satu negara penghasil beras terbesar di dunia, nasi memegang peranan penting dalam kebiasaan makan. Berbeda dengan nasi goreng khas Taiwan yang menggunakan nasi kemarin untuk menambah rasa gurih pada setiap butir nasi, nasi goreng Indonesia cenderung menggunakan nasi panjang yang baru dimasak. Dalam pembumbuan, meskipun menggunakan bahan yang sama, tetapi metode yang berbeda menghasilkan cita rasa yang berbeda pula. Nasi goreng Indonesia yang disukai dan dirindukan Anny dimasak dengan cabe, bawang putih, bawang merah, dsb. yang digiling halus sehingga bumbu menyatu dengan nasi yang digoreng.

Aifang terinspirasi oleh ibu mertua yang ketagihan pada masakannya, berhasil menyihir kue lapis yang digemari orang Taiwan dan Indonesia menjadi produk populer di internet. Bisnis online yang tidak disengaja ini membuat lebih banyak orang Taiwan jatuh cinta dengan aroma Indonesia. Aifang juga membuat penyesuaian rasa manis kue lapis agar lebih dekat lagi dengan lidah orang Taiwan, tetapi tetap tidak mengubah rasa asli yang akan membuat orang yang memakannya seakan-akan pulang ke rumah pada setiap gigitan.

Berbicara tentang favorit Aifang di Taiwan, dia sangat merekomendasikan toko sarapan Taiwan kepada teman-teman Indonesia. “Begitu masuk ke toko sarapan, ada sederetan makanan yang menunggu untuk Anda pilih, rasanya bahagia sekali! Dan hebatnya lagi, sebagian makanan bisa dijadikan camilan larut malam!”, ujar Aifang dengan senang. 

Anak rantau yang jauh dari rumah selalu merindukan masakan kampung halaman. Masakan yang lezat belum tentu bisa mengobati kerinduan, terkadang masakan rumahan yang biasalah yang mampu mengobati kangen di hati. Restoran Halalan & Toyyiban Mart yang berlokasi di Dadaocheng ini tidak hanya menyajikan masakan asli Indonesia yang otentik, tetapi juga menjual bahan-bahan makanan ramah Muslim. Karena memahami pentingnya bahan makanan bagi umat Islam, semua bahan makanan restoran Halalan & Toyyiban Mart bersertifikat halal. Meski berada di Taiwan, Yeh Guo-xian tetap memperhatikan semua batasan halal dari cara memasak hingga cita rasa makanan. Hal ini tidak hanya berupa inisiatif untuk menghormati budaya Indonesia, tetapi juga berharap agar lebih banyak orang bisa menyantap masakan asli Indonesia di Taiwan.

 

Recommended

Pekan Taiwan: Kreatif Budaya Indonesia

Topik/Mengenal Taiwan dan Indonesia dari Peluang Bisnis Startup--Jadikan Kreativitas Sebagai Bahasa Umum

PUA Makers in Thailand

Pop Up Asia partners with Happening and Friends to establish Happening Makers competition! Thailand designers could stand a great chance to show their artwork and turn their passion into a living through this competition. Only three talented illustrators will win a fully paid trip to exhibit in our trade fair.

Pekan Taiwan: Kreatif Budaya Indonesia - Kreatif Pertanian

Kenangan makanan dan kemungkinan baru di Indonesia dan Taiwan