Blog

Berwirausaha mungkin tidak pernah mudah, tetapi semangat menghadapi tantangan, baik itu kreatif sosial, kreatif anak muda maupun kreatif kerajinan tangan terus membawa manfaat dan peluang berkreasi yang pada akhirnya menjadi penggerak kemajuan global. Energi kreatif Asia Tenggara yang terus berkembang ini telah menarik perhatian saya, Anda dan dunia internasional.

Dunia tidak pernah kekurangan kreativitas, tetapi bagaimana mewujudkan, menerapkannya pada hal-hal penting dan menjadikannya bisnis jangka panjang bukanlah hal yang mudah. Atmosfer Taiwan yang bebas mendukung perkembangan kreativitas dalam segala bidang; prospek apalagi yang bisa dibuat untuk dunia selalu menjadi dambaan banyak orang.

Dalam beberapa tahun terakhir, di sebuah kota di utara Taiwan, Keelung, terdapat sekelompok anak muda yang berfokus pada kreativitas dan desain seni dalam mempromosikan kearifan lokal. Tim desain “Zhengbin Art” melalui toko fisik dan kreatif berbasis lokal berusaha menyuntikkan vitalitas baru ke Keelung yang mengalami kemerosotan ekonomi. Pendiri Shuhao yang mempunyai latar belakang pendidikan arsitektur memutuskan untuk menetap di kota pelabuhan Keelung, dengan perasaan “mencari teman sekampung pada tanah rantau” berpartisipasi dalam perancangan artistik agar Keelung kembali dikenal orang banyak. Shuhao juga memprakarsai terbentuknya Zhengbin Creative School dan mengajak para desainer untuk memberi nilai tambah dengan mengalihbahasakan karakteristik Keelung, merancang produk bersama dan menyelenggarakan lokakarya untuk pembangunan berkelanjutan kota pelabuhan ini kedepannya.

Sarah yang juga ingin menyalurkan keindahan Taiwan, melalui Like It Formosa yang digagasnya menemukan banyak kearifan lokal Taiwan yang patut diketahui. Melalui pengalaman pemandu lokal gratis saat menjadi siswa pertukaran luar negeri, dia merancang dan mengelola “Like It Formosa”, sebuah layanan pemandu tur jalan kaki berbahasa Inggris di Taiwan. Setelah melalui masa kerja dan wirausaha yang tidak stabil, Sarah memperluas layanan ke seluruh Taiwan, dari Taipei, Taoyuan, Tainan dan Kaohsiung yang tidak hanya bertugas menggali karakteristik lokal, tetapi juga mengumpulkan banyak informasi yang akurat. Proses berwirausaha memang tidak mudah, tetapi niat Sarah untuk memperkenalkan kisah pulau Formosa kepada khalayak umum membuat dia selalu bersemangat dan berharap bisa menyediakan lebih banyak jenis bahasa pemandu kepada teman-teman yang menyukai Taiwan di masa mendatang.

Contoh kewirausahaan yang lain. Selain efek riak perkembangan kebijakan menuju selatan (New Southbound Policy) pemerintah Taiwan dalam beberapa tahun terakhir, wirausaha sosial One-Forty dan Perpustakaan Brilliant Time telah lama mengamati hubungan antara Taiwan dengan Asia Tenggara. One-Forty yang melihat banyaknya permasalahan pekerja Asia Tenggara di Taiwan selalu berinisiatif membantu pekerja migran untuk menemukan ‘rasa memiliki’ (sense of belonging) di Taiwan. Oleh karena itu, One-Forty selalu aktif mengadakan pembelajaran baik secara fisik maupun online dan kegiatan mencoba, sehingga lebih banyak orang Taiwan dapat memulai persahabatan dan interaksi dengan pekerja migran, dan membentuk dialog dan pertukaran secara nyata.

Perpustakaan Brilliant Time adalah ruang pertukaran Asia Tenggara fisik yang diprakarsai mantan pemimpin redaksi Koran Empat Arah, Chang Cheng. Chang Cheng berusaha mengumpulkan buku-buku Asia Tenggara dengan bantuan banyak orang baik. Membaca membuka dialog dan interaksi, Chang Cheng melihat wajah yang tersenyum karena membaca dan proses saling mengerti yang berkelanjutan antara Taiwan dan Asia Tenggara. Ia menantikan konsep keberagaman budaya bisa menyebar dari Taipei ke lebih banyak kota lain di Taiwan.

Kreativitas Asia Tenggara yang melimpah selama proses wirausaha membuat Pop Up Asia dalam beberapa tahun terakhir selalu menjadikan Asia sebagai ajang utama dalam membantu para pengrajin untuk memasuki pasar. Sementara Ketua Pelaksana Jerry juga telah mempelajari jejak lintas kerajinan tangan Asia Tenggara selama bertahun-tahun; baik Thailand, Myanmar maupun Indonesia selalu penuh dengan ide cemerlang yang lahir dari budaya dan berbeda dari negara-negara Eropa dan Amerika. Dalam menjalin jembatan komunikasi melalui pameran internasional, Pop Up Asia telah menghubungkan ekosistem kerajinan tangan dari 16 negara dan berharap bisa menjadi jembatan komunikasi bagi para pengrajin tangan. Pandemi Covid-19 telah melahirkan cara penyajian baru. Pop Up Asia 2020 mengusung tema “Reconnect” menerobos dampak pandemi dan melanjutkan

Recommended

PUA Makers in Thailand

Pop Up Asia partners with Happening and Friends to establish Happening Makers competition! Thailand designers could stand a great chance to show their artwork and turn their passion into a living through this competition. Only three talented illustrators will win a fully paid trip to exhibit in our trade fair.

Pekan Taiwan: Kreatif Budaya Indonesia - Kreatif Pertanian

Kenangan makanan dan kemungkinan baru di Indonesia dan Taiwan

Makers Field Trip 2019 in Malaysia!

Pop Up Asia has been committed in supporting cultural and creative brands across Asia. Last year, we cooperated with Ninth Gallery in Malaysia to bring eight high quality malaysia creative brands to Taiwan. This year’s we liaise with ninth gallery to establish Makers Field Trip 2019!